| a. | Pendirian |
| Badan Amli Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang dibentuk berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Maryarakat Blam Nomor DJ.11/568 Tahun 2014 tanggal 5 Juni 2014 tentang Pembentukan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten/Kota Se-ndonesia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Ri nomor 14 Tahun 2014 tanggal 14 Februari 2014 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zokat. Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sumedang menjadi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang, Badan Amill Zakat Nasional yang beralamat di Jl. Kulamaya No.25 RT 001 RW 014 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan Sumedang Jawa Barat. | |
| b. | Visi & Misi |
| – Visi
Terwujudnya Peningkatan Kualitas Kehidupan Masyarakat Kabupaten Sumedang yang Sadar Zakat melalui Peran Badan Amil Zakat Nasional yang Amanah, Transparan dan Profesional. – Misi Untuk mencapai visi tersebut, misi yang akan ditempuh adalah: – Mewujudkan kualitas sumber daya manusia aparatur BAZNAS Kabupaten Sumedang yang amanah dan profesional; – Meningkatkan kualitas kelembagaan zakat yang amanah, transparan dan profesional – Meningkatkan kesadaran umat dalam berzakat: – Meningkatkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat yang sesuai dengan syariah dan prinsip manajemen modern; – Mengoptimalkan pemberdayaan zakat bagi peningkatan kualitas dan taraf kehidupan maryarakat. |
|
| c. | Tugas Pokok Badan Amil Zakat (BAZ) |
| – Menyusun program kerja;
– Mengumpulkan segala macam zakat, infak dan Sedekah: – Mendayagunakan zakat, infak dan Sedekah sesuai dengan ketentuan hukumnya; – Melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan kesadaran Menunaikan Ibadah zakat, infar dan Sedekah; – Melaksanakan pembinaan pemanfaatan zakat, Infak dan Sedekah agar lebih produktif dan terarah; – Melaksanakan koordinasi, bimbingan dan pengawasan kegiatan pengumpulan zakat, Infak dan Sedekah yang dilaksanakan oleh pelaksana pengumpulan BAZ; – Menyelenggarakan kerjasama dengan BAZ dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang lain; – Mengendalikan atas pelaksanaan pengumpulan dan pendayagunaan zakat, infak dan Sedekah dan – Melaksanakan pengurusan kelatausahaan, perlengkapan, kerumahtanggaan dan sumber daya manusia. |
|
| d. | Struktur Organisasi |
| Struktur organisasi Badan Amil Zakat
– Badan Syariah, – Unsur Pimpinan, dan – Unsur Pelaksana
Pengurus BAZNAS Kabupaten Sumedang per 31 Desember 2025 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sumedang nornor 659 Tahun 2024 tanggal 26 Desember 2024 Tentang Pengangkatan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumedang Periode 2024-2029. Unsur Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumedang sebagai berikut: Ketua : H. Ayi Subhan Hafos, S.H.. MM. Wakil Ketua I (Bidang Pengumpulan Zakat) : Dr. Rahwan Sanusi S.Ag. M.Pd.I Wakil Ketua II (Bidang Pendistribusian dan Pengelolaan Zakat) : Dr. R. Asep Hamdan M. S.Ag. M.Si Wakil Ketua II (Bidang Perencanaan. Keuangan dan Pelaporan) : H. Cecep Yusman, S.E. Wakil Ketua IV (Bidang Sumber Daya Amil Zakat dan Umum) : Dr. Budi Solihin, M.A.
Unsur Pelaksana Diangkat Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Baznas Kabupaten Sumedang Nomor: 01/SK.BAZNAS.KAB.SMD/2017 Tentang Pengangkatan Amil BAZNAS Kabupaten Sumedang Tahun 2017 pada bidang dan bagian sebagai berikut: – Bidang Pengumpulan – Bidang Pendistribuslan dan Pendayagunaan – Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan – Bidang Administrasi, Sumber Daya Manusia, dan Umum – Satuan Audit Internal. |
|
| e. | Muzakki, Munfiq, Mutashadiq, dan Mustahiq |
| Muzakki, Munfiq dan Mutashadiq terdiri dari
– Bupati, Wakil Bupati, para Anggota DPRD dan selurun jajaran Pegawai Negen Sipil yang beragama islam dan nisab; – Badan Hukum yang berkedudukan di Kabupaten Sumedang, calon jamaah haji Kabupaten Sumedang dan penduduk beragama islam yang mampu/ nisab; – Penduduk luar Kabupaten Sumedang, beragama Islam dan memiliki kekayaan yang berada di wilayah hukum Kabupaten Sumedang; – Wall dari anak-anak atau orang gilla, penduduk atau bukan penduduk Kabupaten Sumedang, pemilik harta kekayaan yang berada di wilayah Kabupaten Sumedang, beragama Islam, wajib mengeluarkan zakat atas nama pemilik. |
|
| f. | Mustahik terdiri dari 8 (delapan) ashnat yaitu: |
| – Fakir:
– Miskin – Amilin: – Mu’alaf; – Riqob: – Gharim: – Sabilillah: dan – Ibnu Sabil |
|
| g. | Pengelolaan Zakat dan infak |
| – Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekan bertujuan untuk:
– Meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam menunaikan zakat, Infak dan Sedekah sesuai dengan tuntutan; – Meningkatkan fungsi dan dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial; – Meningkatkan hasil guna dan daya guna zakat, Infak dan Sedekah. |
